Hari Raya Nyepi






     Sebagai umat Hindu pasti kalian tidak asing lagi mendengar hari raya nyepi.Pada kesematan kali ini,saya akan menguraikan lebih jelas apa itu hari raya nyepi.Hari raya nyepi merupakan hari suci umat Hindu yang datang setiap 1 tahun sekali tepatnya pada  hitungan pinanggal apisan Sasih Kadasa, atau tanggal pertama bulan ke sepuluh dalam kalender Hindu.Tujuan hari raya nyepi adalah untuk menyucikan Bhuana Agung (alam semesta) dan Bhuana Alit (diri manusia).

     Sebelum hari Raya Nyepi biasanya akan diadakan upacara Bhuta Yajna yaitu upacara yang mempunyai makna pengusiran terhadap roh roh jahat dengan membuat hiasan atau patung yang berbentuk atau menggambarkan buta kala ( Raksasa Jahat ) dalam bahasa bali nya sebut ogoh ogoh, Upacara ini dilakukan di setiap Desa yang ada di Bali.





     Jika kita perhatikan dari nilai filosofis Hari Raya Nyepi, makna dan pelaksanaannya mengandung arti dan makna yang sangat relevan dengan tuntutan masa kini dan masa yang akan datang. Melestarikan alam sebagai tujuan utama upacara Tawur Kesanga tentunya merupakan tuntutan hidup masa kini dan yang akan datang. Bhuta Yajña (Tawur Kesanga) mempunyai arti dan makna untuk memotivasi umat Hindu secara ritual dan spiritual agar alam senantiasa menjadi sumber kehidupan.

     Tawur Kesanga juga berarti melepaskan sifat-sifat serakah yang melekat pada diri manusia. Pengertian ini dilontarkan mengingat kata “tawur” berarti mengembalikan atau membayar. Sebagaimana kita ketahui, manusia selalu mengambil sumber-sumber alam untuk mempertahankan hidupnya.

     Saat hari raya Nyepi, seluruh umat Hindu yang ada di bali wajibkan melakukan Catur Brata Penyepian. Ada empat catur brata yang menjadi larangan dan harus di jalankan :

  • Amati Geni: Tidak menyalakan api serta tidak mengobarkan hawa nafsu.
  • Amati Karya: Tidak melakukan kegiatan kerja jasmani, melainkan meningkatkan kegiatan  menyucikan rohani.
  • Amati Lelungan: Tidak berpergian melainkan mawas diri,sejenak merenung diri tentang  segala sesuatu yang kita lakukan saat kemarin , hari ini dan akan datang.
  • Amati Lelanguan: Tidak mengobarkan kesenangan melainkan melakukan pemusat.  Pikiran terhadap Sang Hyang Widhi Brata ini mulai dilakukan pada saat matahari “Prabata” saat fajar menyingsing sampai fajar menyingsing kembali keesokan harinya, selama (24) jam.


  Setelah selesai melaksanakan Catur Brata Penyepian,umat hindu melaksanakan Ngembak Geni.Ngembak geni berasal dari kata ngembak yang berarti mengalir dan geni yang berarti api yang merupakan symbol dari Brahma (Dewa Pencipta) maknanya pada hari ini tapa brata yang kita laksanakan selama 24 Jam (Nyepi) hari ini bisa diakhiri  dan kembali bisa beraktivitas seperti biasa, memulai hari yang baru untuk berkarya dan mencipta alias berkreativitas kembali sesuai swadharma/kewajiban masing-masing. Ngembak geni biasanya diisi dengan kegiatan mengunjungi kerabat dan saudara untuk mesima krama, bertegur sapa sambil mengucapkan selamat hari raya dan bermaaf-maafan.

Terima kasih atas kunjungannya,semoga blog ini bermanfaat bagi kalian!

Komentar

Posting Komentar